Surakarta, 7 Desember 2025 — Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Averroes Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam kegiatan MIK pada pemaparan materi ke 5 yaitu Analisis Sosial dengan pemateri IMMawan Gesing Jati Mahendra dan bertempat di gedung H ruangan H.4.8 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Pada materi kelima ini, IMMawan Gesing menyampaikan materi Analisis Sosial tentang bencana alam yang baru-baru ini terjadi di Sumatra, yaitu bencana banjir bandang dan juga tanah longsor. Analisis sosial merupakan suatu proses untuk menganalisis dan mengidentifikasi sesuatu guna mendapatkan hasil.
“Contoh berita yg terjadi saat ini adalah bencana di Sumatera. Kebanyakan orang menganggap bencana tersebut terjadi karena petir atau semacamnya, tetapi perlu kita tahu juga saat terjadi banjir tersebut terdapat potongan batang pohon yang ikut hanyut dan dari situ bisa kita analisis mengapa bencana tersebut terjadi. Apakah karena petir atau karena ulah campur tangan manusia,” ujar IMMawan Gesing. Dalam sesi ini IMMawan juga menyampaikan rasa prihatin karena bencana tersebut juga terjadi karena ulah manusia.
Bisa diperhatikan bahwa hal-hal sosial yang kecil dapat menjadi masalah yang kemudian bisa menimbulkan masalah yang cukup kompleks. IMMawan Gesing menyampaikan fungsi analisis sosial yaitu dapat digunakan untuk menganalisis hal atau mencari tahu fakta yang terjadi sehingga kita tidak asal menyimpulkan dalam menanggapi suatu hal.
“Kita sebagai manusia diberikan akal, dimana dari akal pikiran tersebut menghasilkan hipotesis yang akan berubah menjadi perasaan dan akan berubah menjadi empati, kita membutuhkan akal agar hipotesis tepat dan tidak asbun,” jelas IMMawan Gesing.
Poin terpenting yang harus dimiliki sebagai kader IMM adalah Tri Kompetensi Dasar (TKD) dan Trilogi IMM yang mencakup tiga ranah gerak, yaitu Keagamaan, Kemahasiswaan, Kemasyarakatan. Sementara itu, dalam TKD terdapat tiga poin yang harus dimiliki oleh kader sebagai perwujudan dari Trilogi IMM sendiri. Poin pertama adalah Religiusitas yang dalam hal ini berarti kader menyerahkan segalanya kembali kepada Allah. Poin kedua adalah Intelektualitas, yaitu kader dapat berpikir secara logis untuk menentukan permasalahan yang terjadi dan menemukan solusinya. Poin yang terakhir adalah Humanitas, yang mana dengan hal itu, kader diharapkan memiliki rasa kemanusiaan dan kepedulian sehingga tidak terpaku pada intelektualitas serta tidak serta merta lancang dalam menyuarakan sesuatu.
IMMawan Gesing menyampaikan langkah-langkah dalam melakukan analisis sosial, yaitu dengan menentukan topik atau objek terlebih dahulu. Kemudian mengumpulkan data yang berkaitan, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, dan langkah terakhir adalah menentukan solusi. Setelah solusi ditemukan, langkah selanjutnya adalah dengan menganalisis kembali dengan metode SWOT untuk hasil yang lebih detail.
SWOT merupakan singkatan dari Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (kesempatan/peluang), dan Threat (ancaman). Strength dan Weakness merupakan faktor dari internal, sedangkan Opportunities dan Threat merupakan faktor eksternal. Contoh dalam kasus mahasiswa yang ingin terjun ke masyarakat sebagai relawan bencana alam di Sumatra. Strength merupakan kekuatan sebagai mahasiswa untuk speak up terkait isu yang terjadi. Kemudian Weakness merupakan kelemahan sebagai mahasiswa, dalam hal ini hanya sebagian mahasiswa yang dapat terjun langsung ke lokasi bencana. Sedangkan Opportunities-nya adalah ketika mahasiswa mendapat banyak dukungan dari masyarakat dan dalam kasus ini Threat-nya adalah alur pemberian bantuan yang harus melewati pemerintah dan adanya pajak untuk hal tersebut. Hal tersebut tentu dapat menghambat bantuan yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Identifkasi masalah dapat dilakukan sebelum masalah tersebut terjadi, tetapi tergantung objek yang akan dianalisis.
Pada acara penutupan MIK, fasilitator mengucapkan terima kasih kepada kader yang sudah mengikuti agenda MIK, “dimana MIK merupakan langkah awal kalian dan ini menjadi bekal kalian untuk DAD, bisa dipersiapkan bekal-bekal selama MIK ini. Semoga bisa bermanfaat untuk pribadi teman-teman.”
IMMawan Nafi selaku kader turut menyampaikan kesan pesannya dalam mengikuti acara MIK, “kesannya itu sangat bersyukur mengikuti MIK karena mendapat banyak materi dan dipaksa untuk keluar dari zona nyaman untuk lebih baik lagi dari sebelumnya. Semoga dapat mengimplementasikan di kehidupan riil, dan dapat dilaksanakan kedepannya dengan materi yang baru lagi, untuk teman-teman bisa menjalin kekeluargaan yang lebih rekat dan lebih semangat lagi dalam menjalani rancangan sebagai kader.”
Kader yang lain, IMMawan Fadhel turut menyampaikan kesannya. IMMawan mengungkapkan bahwa ia sangat senang dapat mengikuti MIK karena sangat bermanfaat, dan IMMawan berpesan agar teman-teman bersemangat serta kedepannya bisa ada acara semacam MIK lagi.