Surakarta,
17 Juni 2026 —
Bidang HPKP Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Averroes
Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (FT UMS) menyelenggarakan kegiatan Sekolah
Politik dengan mengususung tema “Berakar Nilai, Bernilai Kritis:Tajdid Generasi
Muda untuk Indonesia yang Lebih Baik” yang berlangsung di Pusat Program Double
Degree Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan ini berlangsung
pada tanggal 9-10 Mei 2026. Diikuti oleh kader PK IMM Averroes yang berjumlah
30 orang.
Kegiatan
Sekolah Politik ini merupakan salah satu rangkaian kegiaitan kaderisasi di PK
IMM Averroes, yang dimana kegiatan tersebut wajib diikuti oleh kader PK IMM
Averroes. Tujuan diadakannya kegiatan sekolah politik ini yaitu sebagai sarana
kaderisasi yang bertujuan membentuk kader yang kritis, berintegritas, dan
memiliki pemahaman yang baik terhadap organisasi serta isu-isu kebangsaan.
Sekpol menjadi ruang belajar untuk meningkatkan kapasitas berpikir,
kepemimpinan, dan kemampuan analisis kader. Manfaat yang diharapkan adalah
lahirnya kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu
menjadi problem solver dan agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi
lingkungan sekitarnya ujar IMMawati Elisa selaku ketua pelaksana sekolah
politik.
Dokumentasi Peserta Sekpol
“Manfaat
Sekolah Politik bagi kader di antaranya meningkatkan wawasan mengenai
kepemimpinan dan organisasi, melatih kemampuan analisis terhadap isu-isu
strategis, memperkuat keterampilan komunikasi dan advokasi, serta membangun
kesadaran akan pentingnya peran kader sebagai agen perubahan. Dengan mengikuti
Sekpol, kader tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman
berdiskusi, berargumentasi, dan berkolaborasi yang akan menjadi bekal dalam
menjalankan amanah organisasi maupun menghadapi tantangan di masa depan”, ujar
IMMawati Elisa.
Dokumentasi Penyampaian Materi
Kegiatan
sekolah politik berlangsung pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, dibuka dengan acara
pembukaan sekaligus penyerahan kader PK IMM Averroes kepada para fasilitator
yang dilaksanakan pada pagi hari. Memasuki sesi materi, hari pertama
menghadirkan tiga materi utama. Materi pertama membahas Filsafat Politik yang disampaikan
oleh IMMawan Azar Ardiansyah Al Aziz. Selanjutnya, materi kedua mengangkat tema
Politik Muhammadiyah dengan pemateri IMMawan Muhammad Hawaril Haq. Kemudian
materi ketiga membahas Agitasi dan Propaganda yang dibawakan oleh IMMawan
Fernanda Wahdani. Setiap sesi penyampaian materi diakhiri dengan kegiatan Forum
Group Discussion (FGD) serta post-test sebagai sarana mengukur dan
mengasah pemahaman para kader terhadap materi yang telah disampaikan.
Pada hari kedua, kegiatan
dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi. Materi keempat membahas Analisis
Wacana Kritis yang disampaikan oleh IMMawan Surya Agritama. Berikutnya, materi
kelima mengangkat tema SGD & Diaspora Orbitasi dengan pemateri IMMawan Eky
Mu'amarl. Adapun materi keenam sekaligus yang terakhir membahas Peran Engineer
dalam Politik, dibawakan oleh Ilyas Abdurokim. Dengan demikian, total
keseluruhan materi yang disampaikan dalam rangkaian Sekolah Politik ini
berjumlah enam materi.
Dokumentasi
Foto Bersama
Setelah seluruh rangkaian
kegiatan selesai dilaksanakan, acara ditutup dengan sesi penutupan resmi yang
disertai penyerahan kembali kader PK IMM Averroes dari pihak fasilitator kepada
PK IMM Averroes. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyampaian kesan dan pesan
dari para kader sebagai refleksi atas perjalanan mereka selama mengikuti
Sekolah Politik.. IMMawan Radit selaku kader PK IMM Averroes menyampaikan
kesan selama mengikuti kegiatan sekolah politik ” seru, asik, dan semoga ilmu
yang telah di sampaikan bermanfaat”.
Selain itu, adapun penyampaian
kesan dan pesan dari fasilisator untuk kader, ”kaderya seru tapi hiperaktif
jadi agak nguras tenaga, belum pernah ngadepin kader seunik ini, kadernya
kritis dan aktif saat materi dan pesannya semoga makin meningkat di komersariat
dan semoga bisa ketemu sama kita lagi, apa yang sudah di pelajari dapat di
praktekan karena belajar itu akan lebih menjadi bermanfaat kalau di praktekan”,
ujar IMMawan Djihad selaku fasilisator.