Dokumentasi diskusi bersama
Surakarta, 23 Desember 2025 – Bidang HPKP X RPK Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Averroes Fakultas Teknik (FT) UMS menggelar kolaborasi kegiatan meja paradox x bedah tokoh dengan tema “Defortasi Isu Legal, tapi Apakah Bermoral? Greta Thunberg punya Pandangannya”. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempatan di Green Pesma Space. Kegiatan tersebut di hadiri oleh pimpinan dan juga kader IMM Averroes, yang dimana pada kegiatan tersebut membahasa dan juga berdikusi tentang defortasi yang saat ini sedang ramai di perbincangkan.
Salah satu penyebab pemanasan global adalah efek rumah kaca. Deforestasi (penggundulan hutan) memiliki efek berbahaya yang setara dengan rumah kaca, namun kegiatan ini seringkali tetap dianggap "dibutuhkan" karena seiiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk.
Tokoh seperti Greta Thunberg, Tintin Eleonora Numbert, telah memahami isu ini sejak usia 8 tahun dan menjadi pelopor gerakan "Friday for Future" (Mogok Sekolah di Hari Jumat). Gabriela, seorang peneliti, memperingatkan bahwa deforestasi akan menyebabkan kerusakan ekologis yang serius. Dalam penelitiannya, kenaikan suhu rata-rata dunia sebesar 1°C saja sudah cukup untuk mengacaukan keseimbangan alam dan membawa bencana bagi planet ini, ujar IMMawan Nabil.
Alasan utama deforestasi seringkali adalah motif ekonomi, yaitu untuk memperkaya diri dan mendapatkan keuntungan besar. Greta Thunberg memiliki pandangan kuat tentang kepedulian lingkungan. Ia berpendapat bahwa kecerdasan manusia tidak ada artinya jika tidak disertai dengan kepedulian terhadap kelestarian bumi.
Gerakan "Friday for Future" yang merupakan gagasan awal dari Greta Thunberg telah membuat pada setiap hari Jumat di Swedia menjadi hari aksi peduli iklim. Gerakan ini telah menginspirasi dan diikuti oleh aktivis di lebih dari 150 negara.
"Menjadi beranilah ketika kita tahu kita di jalan yang benar," pesan Greta.
“Deforestasi, atau penggundulan hutan, menjadi isu utama dalam bencana seperti banjir di Sumatra. Hal ini terkait erat dengan aktivitas pertambangan dan kebijakan pemerintah melalui pemberian konsesi”, ujar IMMawan Nabil.
Konsesi adalah izin yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan untuk membuka dan mengelola area tertentu, seperti untuk pertambangan atau perkebunan. Seringkali, pemberian konsesi inilah yang membuka jalan bagi deforestasi besar-besaran, menunjukkan keterkaitan erat antara kerusakan lingkungan dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, ujar IMMawan Nabil.